Kota SukabumiKuliner

Omset Pedagang Menurun Akibat Demo Terus Menerus, Ini Tanggapan Pedagang di Sekitar Area Dago Sukabumi

Ads

OPINIRAKYAT.COM – Aksi demonstrasi terkait dengan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja masih tak kunjung reda. Bahkan hingga hari ini selasa (14/10/20) mahasiswa asal UMMI (Universitas Muhammadiyah Sukabumi) masih melanjutkan aksi tersebut.

Aksi yang terus berlanjut di depan gedung DPRD Kota sukabumi ini sudah berlangsung hingga 5 hari baik itu dari para buruh, mahasiswa, maupun Organisasi Masyarakat Sukabumi.

Namun, ternyata efek dari adanya demonstrasi yang dilakukan bertepatan di area Dago Sukabumi ini yang merupakan tempat wisata kuliner masyarakat menjadi padat dipenuhi oleh massa aksi.

Baca Juga :  Massa Lebih Banyak Dari Sebelumnya, Aksi Demo Mahasiswa Sukabumi Berjalan Kondusif

Kendati demikian hal ini menyisakan hiruk pikuk pedagang yang berjualan di area Dago sukabumi. Dari hasil wawancara dengan para pedagang di area dago Sukabumi terdapat begitu banyak tanggapan mengenai adanya aksi ini, diantaranya mereka sangat mendukung dengan adanya aksi ini namun sebagai pedagang mereka juga mendapat kerugian dengan berkurangnya omset penjualan karna banyaknya massa aksi yang memadati lokasi ternyata tidak menjamin bahwa para pedagang disana laris untuk menjual dagangannya.

“Menurut saya dari sisi pedagang hal ini sangat merugikan dalam artian
bukan berarti tidak mendukung adanya demo ini. Akan tetapi, dari sisi konsumen berkurang karena jalan di dago ditutup oleh aparat, otomatis konsumen tidak dapat memasuki area dago, apalagi demo ini dilangsungkan selama berhari-hari, ini sangat disayangkan. Tapi untuk demo hari pertama dari para buruh, alhamdulillah masih berpengaruh terhadap pedagang banyak yang membeli. namun untuk selanjutnya masih sepi konsumen”, ungkap Rizal Ramli salah satu pedagang di area Dago pada tim reporter opinirakyat.com.

Baca Juga :  Karangtengah Menjadi Pilot Project Program FCU

Selain dari itu, ia menilai bahwa kejadian yang sempat viral terkait dengan adanya kerusuhan antara aparat dan demonstran yang banyak merusak sarana publik juga merugikan pedagang karna beberapa alat pedagang seperti kursi dilempar-lemparkan dan rusak. Tapi tetap saja dalam hal ini bukan berarti pedagang tidak mendukung aksi ini, ia tetap mendukung masyarakat agar bisa menyampaikan aspirasi nya kepada pemerintah untuk bisa merubah keadaan menjadi lebih baik.

Reporter : Siti Rahayu
Editor : Fitrah Ramdan
Email Redaksi : redaksi@opinirakyat.com

Ads
Via
Opini Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button