Covid-19

Gor Merdeka dan Gedung Juang Ditutup, Jubir GTTP Kota Sukabumi Bantah Sebagai Ruang Isolasi Pasien Covid-19

OPINI RAKYAT, Sukabumi – Ruangan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin saat ini sudah penuh sesak, seiring dengan terus bertambahnya warga sukabumi yang tertular wabah virus Covid-19.

Sejak Minggu 30 November 2020 lalu, petugas Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota, Makodim 0607 Kota Sukabumi dan unsur dari Pemkot Sukabumi telah melakukan penutupan sejumlah sarana publik termasuk dengan Gor Merdeka, Gedung Juang dan tempat lainnya.

Langkah tersebut dikenal sebagai langkah untuk antisipasi atas membludaknya pasien corona. Karena hal tersebut, berbagai macam kabar spekulasi mulai bergelintir di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya mereka memperkirakan bahwa Gedung Olah Raga (GOR) Merdeka dan Gedung Djuang’45 nantinya akan dipergunakan tempat isolasi pasien Corona.

Baca Juga :  Kasus Positif Bertambah Satu Orang, Pasien dari Kluster Covid-19 Masuk Rumah Sakit

Namun hal tersebut langsung dibantah oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19, Kota Sukabumi, Wahyu Handriana.

Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak benar. Selanjutnya upaya yang akan dilakukan untuk menangani pasien yang terkena isolasi karena positif covid ialah dengan melakukan penambahan ruangan yang berada tidak jauh dari ruangan isolasi rumah sakit ungkapnya.

“Memang benar ruangan isolasi dirumah sakit Syamsudin telah penuh. Begitupun ruangan isolasi dirumah sakit rujukan lainnya juga menhalami kondisi serupa, Namun kabar mengenai GOR Merdeka dan Gedung Juang’45 akan dipergunakan ruangan isolasi itu tidak benar” Ujarnya.

Baca Juga :  Kerap Remehkan Corona, Donald Trump Positif Corona

“Warga yang diisolasi kini telah mencapai 291 orang. Mereka tengah memperoleh penanganan medis dan para pasien kini berada dirumah sakit Syamsudin dan beberapa rumah sakit rujukan lainnya,” katanya.

Di lain pihak angka kematian warga tertular Covid-19, di Kota Sukabumi terus bertambah. Hanya dalam sepekan terjadi peningkatan kematian karena corona cukup signifikan hingga mencapai 25 orang atau 2.4 persen.

Kendati demikian, meski angka kematian warga yang terus bertambah akan tetapi penyebaran dan penularan warga Kota Sukabumi masih termasuk dalam kategori orange.

Reporter : Siti Rahayu
Editor : Fitrah Ramdan
Email Redaksi : redaksi@opinirakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button