Ekonomi

Sri Mulyani Pastikan Guru Honorer yang Jadi PPPK Akan Dapat Tunjangan Rp 4 Jutaan

OPINI RAKYAT, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan guru honorer yang diterima menjadi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) akan mendapat gaji sebagai Aparatur Sipil Negara dan tunjangan kinerja guru.

“Termasuk sebesar Rp 4.060.490 bagi guru yang menikah dan memiliki dua anak dari total tunjangan kinerjanya,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Senin, 23 November 2020.

Saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan rencana perekrutan hingga 1 juta guru PPPK pada 2021. Sri Mulyani mendukung langkah tersebut lantaran guru honorer hingga kini tercatat sekitar 1,6 juta orang. Sehingga, rekrutmen tersebut bisa mengurangi jumlah guru non-ASN.

Baca Juga :  Pengusaha Baso Tusuk Kehilangan 75 Persen Omset

“Karena sebagaimana disampaikan para guru honorer, gaji dan tunjangan dari non pns atau honorer menjadi guru yang ASN atau P3K memang berbeda. Kami terus mendukung langkah-langkah peningkatan kesejahteraan guru dengan tetap menjaga kualitas dari guru,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengaku senang dengan rekrutmen guru melalui sistem ujian itu. Karena itu, ia berharap para guru bisa mempersiapkan. Ia juga memastikan bahwa semua anggaran untuk rekrutmen dibiayai oleh APBN.

“Kalau kita lihat untuk 2021 sudah dicadangkan Rp 1,46 triliun untuk gaji ASN pusat dan yang baru,” ujar Sri Mulyani. Selain itu, ada pula anggaran Rp 24,92 triliun untuk mereka yang akan masuk menjadi PNS dan ASN daerah.

Baca Juga :  Bengkel Sepatu Maman Utamakan Kualitas dan Kepuasan Pelanggan

Pemerintah hari ini mengumumkan pembukaan kesempatan bagi guru honorer untuk dapat mengikuti seleksi PPPK pada 2021.  

“Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud memperkirakan bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri mencapai satu juta guru, di luar guru PNS yang saat ini mengajar,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Senin, 23 November 2020.

Nadiem menjelaskan, pembukaan seleksi untuk menjadi guru PPPK adalah upaya menyediakan kesempatan yang adil untuk guru honorer yang kompeten agar dapat mendapatkan penghasilan yang layak.

Baca Juga :  UU Cipta Kerja Tegaskan Semua Penghasilan di Indonesia Kena Pajak. Asing Tak Terkecuali

Ia mengaku telah berkeliling ke sejumlah daerah di Tanah Air dan menemui banyak guru honorer yang berinovasi pada pembelajaran. Namun para guru honorer tersebut mendapatkan penghasilan yang jauh dari kata layak yakni Rp 100.000 hingga Rp 300.000 per bulan.

“Seleksi ini merupakan angin segar bagi guru honorer untuk dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ucap Nadiem Makarim.

Sumber : Antara
Editor : Fitrah Ramdan
Email Redaksi : redaksi@opinirakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button