Sunday , 17 December 2017
Breaking News
Home » Pendidikan » PANWAS Berharap Pemilih berperan Menjadi Pengawas

PANWAS Berharap Pemilih berperan Menjadi Pengawas

Panitia Pengawas (Panwas) Kota Salatiga berharap peserta pemilu juga menjadi bagian dari pengawas pemilihan. Demikian pinta Agung Ari Mursito ketua Komisioner Panwas Kota Salatiga saat membuka acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif dalam rangka menyongsong Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  dan Pemilu Serentak Tahun 2019 di Laras Asri, 28/10.

70 peserta yang dihadirkan dalam sosialisai tersebut berasal dari para pemilih pemula (perwakilan siswa setingkat SMK/SMA), oraganisasi kemahasiswaan, organisasi kemasyarakatan, dan Pengurus BEM. Sementara pemateri adalah Sampoerno (Dosen Fiskom UKSW yang mengangkat tema Pengawasan Pemilu Partisipatif dan Hery Wibowo (Yayasan Percik) yang mengurai tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“Personil Panwas Kota yang hanya terdiri dari 3 orang tentunya tidaklah mungkin melakukan pengawasan sendiri. Oleh karenanya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan tentu sangat penting, hal tersebut demi terlaksananya pemilu yang berkualitas dan Jurdil,” lontar Agung.

Sampoerno menekankan bahwa meski masih duduk dibangku SMA, saat pemilu berlangsung juga bisa menjadi pengawas. “Fungsi pengawas adalah meminimalisir pelanggaran. Kita semua kenal serangan fajar dan itu melanggar yang diancam pidana penjara dan denda. Jangan sampai adik-adik yang masih SMA ini baru sekali ikut pemilu terima 50 ribu, tapi mendapat hadiah penjara. Minimal adik-adik mengingatkan keluarga, bapak atau ibu agar tidak menerima money politik tersebut,” pinta Sampoerno.

Salasabila siswi SMAN 2 menanyakan solusi siswa yang belum memiliki KTP-el saat pemilihan berlangsung. “Apa jalan keluar yang ditempuh bagi kami yang sudah menginjak usia 17 tahun ketika pencoblosan, padahal kami belum memiliki KTP, apakah ada surat keterangan yang bisa dijadikan rekomendasi untuk mencoblos?” Salsabila bertanya.

Selanjutnya, Anisa Putri dari SMAN 1 menanyakan posisi Golput. “Sekarang masih kita jumpai para pemimpin atau wakil rakyat yang terpilih namun akhirnya juga korupsi. Apakah kita boleh tidak memilih atau Golput?,” tanyanya.

Sampoerno menekankan pentingnya menggunakan hak pilih saat pemilu berlangsung. “Ketika kita tidak menggunakan hak pilih kita, maka kita membiarkan sesuatu yang buruk akan terjadi. Namun jika kita memilih orang yang kita yakini baik, artinya kita telah berihtiar dan itu akan membuka peluang yang baik berkuasa,” lontarnya menanggapi pertanyaan.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Copyright © . www.OpiniRakyat.com All rights reserved.
Free WordPress Themes - Download High-quality Templates