Sosial

Terbuat dari Kayu Sederhana, Jembatan Sukaresmi Sering Memakan Korban

Wartawan Mulyono G

Bagi warga Desa Mekartani, Kecamatan Cidadap dan Desa Hegarmulya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi popularitas Jembatan Sukaresmi sangat tinggi. Jembatan ini merupakan satu-satunya sarana penghubung wilayah Desa Mekartani dengan Desa Hegarmulya yang sering digunakan warga untuk mempercepat perjalanan antar dua desa tersebut.

Sayangnya jembatan ini sering memakan korban. Karena kondisinya darurat, mobil besar dengan muatan berat kerap terperosok ke pinggir jembatan karena sopirnya kesulitan mengendalikan kendaraan pada jalur yang sempit. Selain itu, jembatan ini konstruksinya sangat sederhana dengan bantalan yang terbuat dari pohon kelapa dan kayu jenis medium.

Baca Juga :  Kades PDI pun Ikut Membangun Rumah Janda Korban Kebakaran

“Jembatan Sukaresmi sebenarnya tidak bisa dilewati kendaraan besar karena kapasitasnya sangat terbatas. Bahan-bahan pendukungnya cuma kayu yang sebagian sudah lapuk,” kata Kaur Pemerintahan Desa Mekartani, Asep Nasruloh kepada awak media, Minggu (8/12/2019).

Pada Sabtu (7/12/2019) siang, mobil truk jenis engkel bermuatan kayu terguling ke samping jembatan. Mobil tersebut hilang keseimbangan ketika kepalanya hampir tiba di ujung jembatan. Badan truk bergeser ke kanan dan roda belakang kanan terperosok diikuti oleh roda depan kanan yang masuk ke dalam saluran parit. Selanjutnya posisi truk itu terguling dengan bodi membentuk sudut 45 derajat.

Baca Juga :  Omnibus Law Tingkatan Indeks Kemudahan Berbisnis

“Keadaan Jembatan Sukaresmi memang seperti itu, kadang-kadang para sopir mengalami kesulitan untuk melewatinya. Jembatan ini cocoknya untuk pejalan kaki atau sepeda motor,” ujar Asep.

Untuk kendaraan roda empat ukuran truk engkel, jelas dia, secara teknis tidak akan bisa melewati jembatan karena lebarnya hanya 3 meter. Selain itu dengan panjang 6,5 meter dan tinggi dari dasar jurang sekitar 5 meter, daya tahan kayu pada Jembatan Sukaresmi tidak akan kuat menahan beban mobil berukuran engkel dan ukuran di atasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Gelar Riung Mungpulung dengan Veteran

“Harapan masyarakat, jembatan ini dibangun dengan konstruksi beton yang kokoh agar dapat menahan beban semua jenis kendaraan bermotor. Jalan ini sebenarnya jalur alternatif, tapi dijadikan jalan utama,” jelasnya.

Untuk membangun Jembatan Sukaresmi, pemerintah tidak mungkin mengandalkan anggaran dari Dana Desa karena membutuhkan ratusan juta rupiah. Biaya pembangunannya harus dari Pemkab Sukabumi, Pemprov Jabar, atau pemerintah pusat.

“Kalau dibangun, kami yakin jembatan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa di sekitar Mekartani dan Hegarmulya. Kehadiran jembatan yang layak dan kokoh dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dari lahan-lahan produktif milik penduduk,” tutur Asep. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button