Syi'ar

MUI Cegah Covid-19 dengan Sedekah dan Qunut Nazilah

Wartawan Usep Mulyana

Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang begitu masif mendapat perhatian khusus dari pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi. Melalui Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, H. Ujang Hamdun, organisasi para ulama itu mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada serta banyak berdoa dan meningkatkan amaliah sedekah disertai membaca Qunut Nazilah.

“Senjata ampuh umat Islam adalah doa.  Selain berdoa, dalam kondisi genting seperti ini, umat Islam dianjurkan untuk gemar bersedekah dan membaca Qunut Nazilah.  Kalau perlu, Qunut Nazilah dibaca setiap melaksanakan salat lima waktu agar kita  terhindar dari wabah Virus Corona,” kata Ujang Hamdun kepada wartawan di kantornya di Kompleks Islamic Center Cisaat,  Senin (16/3/2020). 

Baca Juga :  Realisasi Zakat Fitrah dan Infak Ramadhan 1440 Hijriyah Naik 20 Persen

MUI sebagai lembaga keumatan, kata dia,  juga mengimbau umat untuk menjadikan bala global ini sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Terkait kasus yang sudah dinyatakan pandemi oleh WHO tersebut, tambahnya, MUI juga mengajak segenap warga untuk tetap berikhtiar dan menjalankan setiap arahan dari pemerintah.

Ujang menambahkan, merebaknya Virus Corona jangan sampai menimbulkan kepanikan yang berlebihan. Namun jangan pula penyebaran  virus mematikan ini  menurunkan tingkat kewaspadaan warga. 

Baca Juga :  Warga Jampang Bentengi Diri dari Virus Corona dengan Pengajian dan Sedekah

“Apapun kondisinya, warga harus tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang setiap saat bisa terjadi,” ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama, Sekretaris Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sukabumi, Usep Setiawan menuturkan, kemunculan wabah Virus Corona yang telah memporakporandakkan tatanan sosial masyarakat adalah takdir Allah SWT.

“Umat Islam harus meyakini bahwa kejadian ini adalah hak proregatif Allah SWT. Tinggal bagaimana kita semua menyikapi ini dengan sikap husnudzon,” kata Usep.

Tidak kalah pentingnya, kata dia, peristiwa ini hendaknya dijadikan pelajaran bagi umat Islam di Indonesia.

Baca Juga :  Rajaban Momentum untuk Tingkatkan Muhasabah Diri

“Pasca Tiongkok diguncang Virus Covid 19, muncul fenomena langka yang menggembirakan bagi umat Islam di Indonesia.  Sekarang, banyak warga negara China yang mengucapkan dua kalimat Syahadat. Ini bulan hoaks, tapi sungguh kisah nyata,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button